Jumlah Paparan Halaman

Selasa, 23 April 2013

George Sabra yang beragama Kristen, etnis minoritas di Suriah, kini menggantikan Muadz Al Khatib sebagai Presiden sementara Koalisi Nasional Suriah yang mayoritas beragama Islam Sunni . Senin kemarin ia mengatakan bahwa militan Libanon Hizbullah telah menyatakan perang terhadap rakyat Suriah , gerakan mempersiapkan perang melawan pejuang pembebasan Suriah di provinsi tengah Homs. “Apa yang terjadi di Qusayr Homs , Hizbullah menyatakan perang terhadap rakyat Suriah,” kata George Sabra dalam konferensi pers di Istanbul setelah ia menjadi pemimpin baru oposisi koalisi nasional Suriah interim. Sabra juga mengatakan ada pembantaian yang sedang berlangsung di Suriah, mengutip laporan terbaru bahwa sedikitnya 500 orang telah tewas dalam sepekan terakhir oleh pasukan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. “Beberapa dari mereka tewas [dengan] pisau dengan cara yang sangat biadab. Kami takut perilaku semacam ini akan terus berlanjut. Ini adalah pembantaian dan kejahatan terhadap kemanusiaan, “katanya. Sabra “ditugaskan sejak hari ini untuk melaksanakan fungsi sebagai kepala koalisi sampai pemilihan presiden baru,” ujar salah satu anggota kelompok Koalisi Dewan Nasional Suriah, Pengumuman itu datang sehari setelah Muadz al Khatib mengajukan pengunduran dirinya untuk kedua kalinya, secara resmi sebagai protes atas kegagalan masyarakat internasional untuk menghentikan konflik di Suriah, yang telah menewaskan sedikitnya 70.000 orang. Sabra, yang sekarang memimpin Dewan Nasional Suriah pro Barat, akan menjadi pemimpin sementara Koalisi sampai setidaknya 10 Mei ketika Koalisi dijadwalkan bertemu untuk pemilihan kepemimpinan. Sabra adalah salah satu anggota Kristen yang paling menonjol dari oposisi.
Tak ada kata menyerah dalam belajar dan berkarya. Tak ada kata putus asa untuk belajar sesuatu yang baru. Tak ada kata mundur untuk mencapai kemajuan. Terus bergerak dan berusaha sebisa mungkin, maju terus pantang mundur! Ayo bangkitlah! Betapa banyak orang yang biasa-biasa saja pada awalnya, tapi karena semangatnya tinggi dan terus berusaha dan berjuangan menggapai apa yang dicita-citakan, pada akhirnya kesuksesan diraihnya. Apapun kata orang, bukan halangan untuk maju. Apapun pendapat orang, bukan batu sandungan yang mesti ditakuti. Apapun caci maki, hinaan orang atau mungkin ” dikecilkan ” atau ” disalahartikan ” bukan hantu yang menakutkan. Maju terus dan jangan menyerah! Kerikil-kerikil tajam atau duri-duri yang berserakan sepanjang jalan kalau memang itu ada dihadapanmu, jangan mundur! Kalau perlu berdarah-darah dan terluka, jangan takut. Darah dan luka adalah asam garam kehidupan. Ayo bangkit terus dan bergerak maju. Bekerja, berkarya dan berusaha dalam menempuh hidup dan kehidupan di mana saja adalah sama, akan ditemukan kesulitan, hambatan, rintangan, ujian, cobaan yang tida henti-hentinya, semakin tinggi karyamu dan usahamu, biasanya kesulitan, hambatan, rintangan, ujian, cobaannya juga semakin tinggi. Ibarat pohon yang semakin tinggi, angin yang menghempasnya juga semakin kencang, bahkan bukan angin, namun sudah menjadi badai! Bila akarnya tidak kokoh dan kuat, maka pohon itu akan terhempas badai, patah, tumbang dan hencur berantakan. Akar yang kokoh dan kuat itu adalah iman, energi iman akan membuat kokoh dan kuatnya seseorang dalam menghadapi berbagai macam cobaan dan ujian hidup. Iman yang kokoh dan kuat ibarat batu karang ditengah hempasan badai laut yang ganas, dia akan tetap berdiri, tak bergeser seincipun! Bukan akhir perjalanan yang penting, jadi apapun kamu bukan masalah, tapi proses dalam perjalanan itu yang penting. Jangan menyerah dalam perjalanan, betapapun sulit dan melelahkan perjalanan tersebut. Tiada kesuksesan bila kamu tetap diam dan pasif, tidak melangkah dan tidak bergerak. Yang sudah berjalan jauhpun belum tentu sampai ke tempat tujuan, apa lagi yang tidak pernah berjalan, tidak pernah bergerak. Hidup penuh dengan tantangan, ujian dan cobaa! Emas berlian yang dipakai dalam mahkota para raja dan ratu, mulanya adalah bongkahan, yang kemudian digosok, diasah, dibakar, dipanaskan dan sebagainya. Coba lihat genteng yang di atas rumah, itu awalnya adalah tanah yang injak-injak manusia kebanyakan, lalau mengapa bisa di atas? Genteng yang di atas rmah sudah mengalami cobaan, ujian, rintangan, hambatan dan lain sebagainya. Lihat saja bagimana tanah sebelaum menjadi genteng. Tanah itu dicangkul, diinjak-injak, diaduk-iaduk dengan air, dibanting-banting, dicetak, lalu di bakar, setelah itu dijemur. Masih belum selesai, dibawa ke matrial, diperjualbelikan, dan ketika akan naik ke atas setelah mengalami berbagai macam tahap, masih ada yang pecah saat di lemparkan ke atas, saat dijemur retak-retak, saat diangkut dan bergesekan dengan sesama genteng. Jadi “memang tidak semua genteng bisa sampai ke atas rumah! Hanya genteng yang sudah teruji yang bisa sampai ke atas!” Begitu juga manusia, untuk sampai di puncak atau di atas, maka yang tak tahan menghadapi berbagai macam hambatang, rintangan, ujian, cobaan, hinaan, caci maki, sumpah serapah dan seterusnya ya akan tetap di bawah dan atak akan pernah sukses, sukses dalam arti sempit maupun sukses dalm arti luas. Pilihannya sekarang, apakah ingin menjadi manusia sukses? Jika jawabannya “iya”, maka harus siap menghadapi berbagai macam cobaan, ujian ataupun hinaan. Tak ada jalan kesuksesan semulus jalan tol! Jalan tol saja masih ada kelokannya, masih bisa macet, bahkan bisa macet total. Dan ibarat di jalan tolpun, yang jalan sudah begitu mulus, kecelakaan yang menimbulkan tabrakan maut tak kurang-kurangnya. Jadi di manapun perjalanan kehidupan ada saja rintangannya, ada saja hambatannya, ada saja ujiannnya, ada saja hinaannya, ada saja orang-orang yang tak suka, iri hati, dengki dan lain sebagainya. Kebanyakan manusia memang seringkali, ini sering saya ungkapkan, senang melihat orang susah, dan susah melihat orang senang! Itu karena banyaknya penyakit hati yang ada di dalam diri manusia. Bila ada orang sukses, bukannya senang, tapi susah dan mengunjingkannnya, bukannya ikut senang dan mendorongnya untuk tetap maju dan berusaha terus dalam karya. Begitulah kebanyakan manusia, coba saja lihat, jika ada berita buruk lebih banyak dibaca di media cetak atau media elektronik. Namun bila ada berita baik mengenai seseorang, berita tersebut tak dibaca. Kembali ke kerja keras untuk menuju sukses, itu sudah menjadi semacam syarat umum yang harus dimiliki oleh manusia, karena tak ada orang yang sukses hanya hasil “ongkang-ongkang” kaki sambil duduk di kursi goyang dan sambil manggut-manggut, lalu kesuksesan itu datang, atau tiba-tiba saja uang turun dari langit! Tak ada itu. Atau seperti ceritanya Aladin dengan lampu wasiatnya, digosok-gosok, lalu ke luarlah jin dan Aladin minta apa saja diberikan! Hidup ini bukan seperti lampu Aladin, tapi butuh perjuangan. Jangankan yang belum ada, yang sudah ada di atas piring saja kalau tak ada usaha untuk mengambilnya dan menggiringnya ke mulut, maka proses makan itu tak akan terjadi. Jadi semuanya perlu usaha, perlu ikhitiar, perlu gerak. Jangankan manusia biasa, para nabi dan rosul yang jelan-jelan manusia pilihan Tuhan, mereka bukan diam saja menungguh wahyu turun, tapi mereka juga bekerja. Bahkan Rosulullah SAW menggembelakan kambing ketika masih kecil, sudah ikut berdagang menjelang remaja dan menjadi “bisnismen” ketika menjadi pemuda. Dan ketika menjadi rosulpun Beliau tidak lantas berdiam diri saja, tapi ikut berperang, ke pasar, ikut mengangkut bata saat pembangunan masjid. Jadi mengapa takut berusaha? Mengapa takut tak berhasil? Kesuksesan akan tercapai bila usaha dilakukan semaksimal mungkin dengan diringi doa tentunya, karena bagaimanapun manusia hanya punya ikhtiar, tapi yang menentukan tetap Tuhan. Ayo terus berjuang dalam hidup ini, tak ada kesuksesan tapi perjuangan. Kalau kata Muhammad Iqbal, seorang Philosof dari Pakistan” setetes embun yang dikumpulkan oleh tangan sendiri terasa lebih manis” Jadi usaha itu penting, proses menjadi orang sukses itu lebih menyenangkan, karena sesuatu yang didapat dengan susah payah biasanya lebih dihargai ketimbang sesuatu yang didapat dengan cara mudah dan hasil pemberian orang lain. Hasil keringat sendiri lebih indah ketimbang sesuatu karena diberikan orang lain. Atau masih takut atas hinaan orang karena telah berbuat sesuatu, kalau takut mari perhatikan pepatah Jerman yang berbunyi” Orang yang suka memfitnah mempunyai setan di atas lidahnya dan orang yang mendengarkan fitnah mempunyai setan di atas kupingnya” Begitu jelas bunyi pepatah ini, jadi mengapa takut pada fitnahan orang, mengapa harus mendengarkan fitnahan orang, kalau kata anak Betawi” Emanya Gue Pikirin”, ya EGP saja terhadap berbagai macam finah dan hinaan! Orang yang suka memfitnah dan menghina orang lain, memang sangat senang kalau orang yang difitnah atau dihinanya itu hancur berantakan, karena memang itu tujuannya. Maka kalau difinah atau dihina lantas mundur dalam perjuangan atau menenggelamkan diri ke pojok-pojok dunia, maka yang tukang fitnah dan tukang hina akan semakin senang, karena sasarannya berhasil. Ayo bangkit dan terus berjuang! Ingat sekali lagi, tak ada kesuksesan yang didapat tanpa ada proses untuk menggapainya dan di dalam proses itu akan ada, dan selalu ada hambatan, rintangan, ujian, cobaan dan selalu ada kerikil-kerikil tajam di sepanjang jalan kehidupan, hingga kaki ini berdarah-darah. Itulah hidup dan hidup memang perlu perjuangan dan sang pejuang tak kenal kata putus asa, tak ada kata mundur dan tak ada kata menyerah, apapun rintangan, ujian atau cobaannya. Karena sang pejuang selalu punya keyakinan: “ di balik awan ada matahari, di balik kesusahan akan ada kemudahan dan di ujung penderitaan itu ada kebahagiaan yang sedang menanti” Moskow, 22 April 2013.

Sabtu, 20 April 2013

4000 WARGA PONDOK DARI 20 PONDOK SELURUH KELANTAN MENYOKONG KERAJAAN PAS KELANTAN KOTA BHARU,  14 April – Satu himpunan besar-besaran yang dinamakan Ijtimak Ulama dan Guru-Guru Pondok seluruh Kelantan telah berlangsung di Madrasah Diniyah Bakriah, Pondok Pasir Tumboh telah mencatat sejarah apabila seramai 4000 orang ulama termasuk murid-murid pondok sebulat suara menyatakan sokongan mereka kepada Kerajaan Negeri Kelantan di bawah kepimpinan Dato’ Bentara Setia Tuan Guru Haji Nik Abdul Aziz bin Nik Mat dan menolak Barisan Nasional (BN) dalam Pilihanraya Umum Ke-13 (PRU-13) nanti. Ijtimak yang menghimpunkan 20 buah pondok di Kelantan antaranya Pondok Lubuh Tapah, Pondok Seligi, Pondok Moden Kandis, Pondok Sungai Durian dan lain-lain bermula seawal 4.30 petang dan berakhir pada jam 12 malam. Pembentangan kertas kerja 'Mempertahankan Kerajaan Islam Kelantan; Suatu Kewajipan' oleh Dr. Abdul Basit bin Haji Abd Rahman dan Dato' Dr Fadzli bin Dato' Hassan mengupas dengan lebih terperinci tentang kewajipan rakyat Kelantan dalam usaha menegak dan melaksanakan pemerintahan sepenuhnya di Kelantan. Selepas solat Maghrib seramai 16 orang daripada guru pondok bangun berucap menyatakan sokongan tidak berbelah bagi kepada Kerajaan PAS Kelantan serta mahu mengubah Putrajaya kepada Kerajaan Pakatan Rakyat (PR). Setiausaha Pusat Pembangunan Pondok, Ustaz Haji Ahmad Syairazi bin Tuan Guru Haji Atiqullah berkata "Kita tidak mahu diperintah oleh Barisan Nasional (BN) kerana jelas BN tidak mahu melaksanakan Islam dan membiarkan arak, judi dan maksiat berleluasa. Wasiat daripada Tuan Guru pengasas Pondok Pasir Tumbuh kepada anak-anak muridnya supaya sentiasa berjuang di bawah kepimpinan ulama. Oleh itu setiap Tok guru Pondok yang bersama UMNO mestilah kembali ke pangkal jalan". "Kita juga mahu BN tumbang dalam PRU 13 nanti agar kerajaan Pakatan Rakyat (PR) dapat mengambil alih kerana BN tidak mampu melaksanakan Islam" ujarnya lagi dalam ucapannya yang penuh bersemangat. Mudir Pondok Darul Naim melor, Tuan guru Haji Abdul Aziz Che Man pula berkata dalam ucapannya, "Amat malang sekali sekiranya negara kita masih lagi dipimpin oleh UMNO. Maksiat berleluasa di sana-sini. kita pasti akan ditanya oleh Allah SWT kelak setelah kita mati apa yang kita lakukan. Marilah kita sama-sama mengekalkan Kerajaan Islam yang dipimpin oleh PAS dan menjatuhkan UMNO dan BN dalam PRU 13 nanti". Satu deklarasi guru-guru telah dibacakan oleh staz Haji Ahmad Syairazi bin Tuan Guru Haji Atiqullah, antara isi kandungannya menyatakan sokongan terhadap pendekatan tahaluf siyasi yang dilakukan PAS bersama Pakatan Rakyat(PR) dan menolak BN pada hari pengundian nanti. Ijtimak diakhiri dengan ceramah umum oleh Speaker Kerajaan Negeri Kelanan YB Dato' Haji Mohd Nassuruddin bin Haji Daud pada sebelah malam dan perasmian penutup oleh YB Dato' Haji Ahmad bin Yakob, Timbalan Menteri Besar Kelantan.

Jumaat, 19 April 2013

(Arrahmah.com) - Apakah ada ulama yang membolehkan mengambil berkah dari para ulama dan orang-orang shalih serta bekas-bekas sentuhan mereka berdasarkan atsar berupa perbuatan dari sebagian Sahabat Radhiallahu ‘anhum terhadap Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam? Apa hukumnya? Tidak bisakah diserupakan dengan selain Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam? Apakah mungkin mengambil berkah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah wafatnya beliau? Apakah hukum bertawassul (mengambil perantaraan dalam ibadah) kepada Allah dengan berkah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam? Jawaban: Al-Hamdulillah. Tidak boleh mengambil berkah dari selain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dengan wudhunya, rambutnya, keringatnya atau bagian manapun dari tubuhnya. Semua itu hanya khusus bagi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena Allah menjadikan tubuh beliau dan setiap yang menyentuhnya itu penuh kebaikan dan berkah. Oleh sebab itu, para Sahabat Radhiallahu ‘anhum tidak pernah mengambil berkah dari salah seorang di antara mereka semasa hidup atau sudah matinya, juga terhadap para Al-Khulafa Ar-Rasyidun dan yang lainnya. Itu menunjukkan bahwa mereka mengetahui bahwa hal tersebut khusus hanya kepada Nabi saja, tidak kepada yang lain. Karena yang demikian itu adalah sarana menuju kemusyrikan dan ibadah kepada selain Allah. Demikian juga tidak dibolehkan bertawassul dengan selain Allah, dengan kemuliaan Nabi, jasad, sifat atau keberkahan beliau, karena tidak ada dalil, dan karena itu merupakan sarana menuju kemusyrikan dan sikap kultus terhadap beliau. Selain itu, perbuatan itu juga belum pernah dilakukan oleh para Sahabat Radhiallahu ‘anhum. Kalau itu merupakan perbuatan baik, tentu mereka telah mendahului kita melakukanya. Demikian juga karena itu bertentangan dengan dalil-dalil syariat, seperti firman Allah: “Dan Allah itu memiliki nama-nama yang baik, berdoalah dengan bertawassul dengannya..” (Q.S Al-A’raaf : 180) Allah tidak menyuruh untuk berdoa kepadanya dengan kemuliaan seseorang, hak seseorang, atau keberkahan seseorang. Sama dengan bertawassul dengan asma Allah bertawassul dengan sifat-sifat-Nya, seperti kemuliaan-Nya, rahmat-Nya, kalam-Nya dan lain-lain. Di antaranya yang diriwayatkan dalam hadits-hadits shahih berupa meminta perlindungan dengan kata-kata Allah yang sempurna (doa masuk ke satu tempat), dan meminta perlindungan dengan kemuliaan dan kekuasaan-Nya (doa mengobati sakit). Di antara tawassul sejenis yang dibolehkan adalah bertawassul dengan kecintaan kepada Allah dan kecintaan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga engan iman kepada beliau. Karena bertawassul dengan amal shalih diriwayatkan dalam kisah beberapa orang yang terjebak dalam goa. Yakni ketika mereka berteduh di dalamnya dan hendak bermalam di situ, tiba-tiba jatuh batu besar dari atas gunung dan menutupi pintu gua. Mereka tidak mampu mendorongnya. Merekapun merundingkan cara untuk bisa selamat dari gua itu. Mereka bersepakat bahwa mereka hanya bisa selamat dengan berdoa, dengan perantaraan amal shalih mereka. Yang pertama bertawassul dengan amalannya bahwa ia pernah melakukan perbuatan baik sekali kepada kedua orang tuanya. Mulailah batu karang itu bergeser sedikit, namun belum memungkinkan mereka untuk keluar. Yang kedua bertawassul dengan amalannya bahwa ia memelihara diri dari zina, padahal ia mampu melakukannya. Maka bergeserlah batu itu sedikit lagi, namun belum memungkinkan mereka untuk keluar. Lalu yang ketiga bertawassul dengan amalan bahwa ia pernah menjaga amanah sedemikian rupa, maka terbukalah pintu gua itu bagi mereka. Hadits tersebut tercantum dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari kisah orang-orang terdahulu, karena mengandung pelajaran dan peringatan buat kita. Para ulama telah menjelaskan jawaban yang kami berikan di sini, seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan murid beliau Ibnul Qayyim, Syaikh Abdurrahman bin Hasan dalam Fathul Majied Syarah dari Kitabut Tauhid dan yang lainnya. Adapun hadits tawassul orang buta kepada Nabi pada masa hidupnya, lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan syafa’at kepadanya dan mendoakannya sehingga Allah mengembalikan penglihatannya, maka itu termasuk tawassul dengan doa dan syafa’at beliau, bukan kemuliaan beliau dan hak beliau. Itu jelas sekali dalam hadits tersebut. Sebagaimana di Hari Kiamat nanti manusia akan meminta syafa’at kepada beliau dalam memutuskan perkara mereka. Dan sebagaimana para penghuni Surga nanti juga akan meminta syafa’at kepada beliau untuk masuk Surga mereka. Itu termasuk bertawassul dengan beliau ketika beliau hidup di kehidupan Akhirat nanti. Itu termasuk tawassul dengan doa dan syafa’at beliau, bukan dengan jasad dan hak atau kemuliaan beliau, sebagaimana telah dijelaskan oleh para ulama, di antaranya yang telah kami sebutkan tadi. Sumber: Kitab Majmu’ Al-Fatawa wal Maqalat Al-Mutanawwi’ah oleh Syaikh Al-Allamah Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz -Rahimahullah– VII : 65) (islam-qa/arrahmah.com)
BOSTON (Arrahmah.com) – Seorang pemuda berwajah Timur-Tengah mengatakan ia takut untuk pergi ke luar setelah ia digambarkan di internet dan di halaman depan New York Post sehubungan dengan kasus Bom Maraton Boston, seperti dilansir Al-Jazeera pada Jumat (19/4/2013). Foto Salah Eddin Barhoum (17), dan temannya, Yassine Zaime, diposting di situs web dimana para user bisa menemukan mereka dengan menjelajahi foto tersangka garis-finis-maraton. Pada hari Kamis (19/4), foto keduanya terpampang di halaman depan New York Post dengan judul: “Pria bertas: FBI mencari kedua orang dalam gambar di Maraton Boston.” New York Post melaporkan pada hari Kamis, bahwa keduanya tidak dianggap tersangka, dan FBI tengah mengidentifikasi dua orang lainnya sebagai tersangka dalam pemboman pada Senin (15/4), yang menewaskan tiga orang dan melukai lebih dari 180 tersebut. Tapi Barhoum, yang merupakan seorang pelari di Sekolah Menengah Revere, mengatakan dengan pemberitaan itu, ia yakin beberapa orang akan menyalahkannya atas pemboman itu. Ia bilang ia begitu takut ketika pada hari Kamis, ia berlari kembali ke sekolahnya dan ia melihat seorang laki-laki di dalam mobil menatapnya sambil berbicara di telepon. Ayah Barhoum, El Houssein Barhoum, yang keluarganya pindah dari Maroko lima tahun lalu, mengatakan dia sampai khawatir anaknya akan ditembak, dia juga ketakutan akan keselamatan istri dan dua anak perempuannya. Dia mengatakan dia tidak bisa pergi ke bekerja dengan tenang sebagai seorang tukang roti di Boston. Dalam sebuah pernyataan, Col Allan, editor New York Post, mengatakan: “Kami siap dengan laporan kami. Gambar itu diemail ke lembaga penegak hukum kemarin sore mencari informasi tentang orang-orang ini, seperti yang kami laporkan. Kami tidak mengidentifikasi mereka sebagai tersangka… ” Foto-foto itu menunjukkan Barhoum dengan tas atletik Nike hitam, mengenakan setelan biru dan hitam. Sedangkan temannya, Zaime, membawa ransel hitam, mengenakan topi putih dan baju hitam. Pria dengan tas di lokasi maraton telah menjadi fokus perburuan internet, karena petugas yakin bahwa tas digunakan pembom untuk membawa bahan peledak. Barhoum mengatakan hanya ada dua alasan ia telah dicap sebagai tersangka: Tasnya dan kulit coklatnya [khas Timur-Tengah]. Barhoum mengatakan ia berada di lokasi maraton bersama Zaime, seorang temannya dari klub lari. Mereka naik kereta bawah tanah, dan tas Barhoum digunakan untuk membawa perlengkapan larinya. Barhoum mengatakan mereka memutuskan untuk tetap di sekitar garis finish untuk melihat pelari terdepan, lalu pergi. Barhoum juga mengatakan bahwa pada Rabu (17/4) malam, para komentator memulai aksi mereka mengomentari foto online-nya. Ia berkata bahwa ia begitu marah, ia mengunjungi polisi pada Kamis (18/4) pagi untuk membersihkan namanya. Ia mengatakan mereka lalu menyarankannya untuk membatasi akses ke akun Facebook-nya. Ketika New York Post menerbitkan fotonya pada hari Kamis, situasi yang baginya sudah buruk menjadi lebih buruk lagi, kata Barhoum. (banan/arrahmah.com)